Kliping
Tarian Jalan Tur Turonggo Pangarso: Meredam Keganasan Begal “Merbabu-Merapi Complex”
Sinar Harapan - Yogyakarta, 26 Juli 2010, Dua puluh dua penari memakai kostum hijau tentara itu terbagi dua kelompok. Ada yang membawa sebilah pedang yang sudah karatan, tongkat, ada yang naik kuda lumping dan ada pula yang membawa bendera warna merah dan putih.
Para penari yang semuanya laki-laki ini di bawah komando salah seorang yang berpakaian seperti hansip. Dengan membawa peluit, “sang hansip” ini memberi aba-aba baris-berbaris serta meminta dua kelompok penari ini membentuk formasi berbagai huruf. Sejenak kemudian, dua kelompok ini berhadapan dan menarikan peperangan. Meski terkesan sederhana, gerakan-gerakan yang dilakukan setiap penari menimbulkan unsur kelucuan.
Begitulah sebuah tarian Jalan Tur (jalan yang diatur – sebuah kesenian harus ada yang mengatur untuk menari atau membentuk sebuah huruf) oleh kelompok kesenian Turonggo Pangarso dari Komunitas Gowok Pos, Muntilan, dengan iringan tiga gong kecil serta sebuah rebana menyemarakkan Jagongan Media Rakyat di Jogja National Museum, Minggu (25/7) sore.
Tak disangka, kesenian asli dari Kelurahan Gowok Pos, Desa Dukun, Muntilan, Jawa Tengah, telah ada sejak tahun 1958. Hingga kini sudah empat generasi.
“Tapi, saat ini kami kesulitan mencari para penerus, karena anak-anak muda sekarang tak tertarik kesenian Jalan Tur ini. Anak muda desa saat ini lebih tertarik dangdut ataupun hal-hal yang berbau rock,” ujar Indarto, pemimpin kelompok kesenian Turonggo Pangarso ini. Tak heran bila para penari yang tampil pada acara Jagongan Media Rakyat ini yang paling muda berusia 50 tahun dan yang paling tua berumur sekitar 69 tahun. Karenanya, dengan mengingat usia para penari yang sudah uzur, sementara kesenian ini mempunyai sejarah yang fenomenal bagi para penduduk di kawasan Gunung Merbabu–Merapi, maka para pengurus akan berupaya keras untuk tetap melestarikannya.
“Entah bagaimana caranya nanti, pokoknya kesenian ini tak boleh mandek. Ada sejarahnya,” ungkap Indarto lagi.
Menghalau Begal
Awal terbentuknya kelompok kesenian ini, menurut Sumpeno, Koordinator Turonggo Pangarso, atas prakarsa dari beberapa tokoh masyarakat beberapa desa di kawasan Merbabu–Merapi seperti Kelurahan Tlogolele, Gowok Pos, Klakah, dan lain sebagainya. Mereka resah dan gusar dengan adanya sebuah kelompok perampok/begal yang selalu melakukan aksinya untuk merampok siapapun yang lewat dengan kekerasan dan bahkan disertai dengan pembunuhan. Gerombolan begal ini menamakan dirinya sebagai Merbabu–Merapi Complex (MMC).
Untuk mempersatukan beberapa desa agar tidak terjadi saling curiga, kata Sumpeno, beberapa tokoh masyarakat lantas berikhtiar mendirikan kelompok kesenian ini. Nyata nya, setelah kelompok kesenian Turonggo Pangarso berdiri di bawah kepemimpinan Ali Achmad pada 1958, aksi MMC ini mereda dan kawasan Mer babu–Merapi menjadi aman.
“Kalau saya nilai, ternyata kesenian bisa menjadi peredam kekerasan dan bisa me ning kat kan keamanan,” lanjut Sumpeno. Tak hanya soal meningkatkan keamanan saja, kelompok kesenian ini juga bisa menggerakkan masyarakat untuk membangun irigasi un tuk mengairi tanaman atau sawah.
“Ini kan sama saja kesenian bisa mening kat kan perekonomian rakyat,” tambah Sumpeno lagi. Toh begitu, menurut cerita Indarto, cucu Ali Achmad, kesenian rakyat Merba bu –Merapi ini sempat vakum beberapa lama. Pasalnya, kelompok kesenian ini dianggap di bawah PKI yang pada Orde Baru dinyatakan sebagai partai terlarang. Bahkan, beberapa penari dan pengurusnya ditangkap. “Di antaranya yang ditangkap itu adalah kakek saya, Ali Achmad. Padahal kakek saya itu tak tahu apa-apa soal politik. Tahunya hanyalah kesenian saja,” tegas Indarto. Baru sekitar era ‘80-an kesenian ini muncul lagi dan dipertahankan hingga sekarang. “Kami berupaya tetap mempertahankan kelangsungan kesenian ini,” tegas Indarto lagi. (Penulis: Yuyul Sugarman)
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/back_to/indeks-lalu/read/meredam-keganasan-begal-merbabu-merapi-complex/?tx_ttnews%5Byears%5D=2010&tx_ttnews%5Bmonths%5D=07&tx_ttnews%5Bdays%5D=26&cHash=9c96aa7871
