Berita
Terbuka jadi Halal
Perangkat lunak terbuka (open source software) makin banyak peminatnya karena gratis dan mudah didapat maupun digunakan – salah satunya perangkat lunak sistem operasi ( operating system ) berbasis Linux yaitu Ubuntu. Bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI ) Yogyakarta, Komunitas Ubuntu Indonesia Subloco Yogyakarta – Hendra dkk sebagai perwakilannya – mengadakan diskusi terbuka “Free Open Source Software dan Ubuntu dan Keuntungan menggunakan Ubuntu dalam berbagai Ruang Lingkup”, Diskusi ini diselenggarakan di Ruang 5, Jogja National Museum (JNM) pada 25 Juli 2010 sebagai bagian dari acara Jagongan Media Rakyat (JMR) 2010.
Diskusi diawali pemaparan materi tentang Free Open Source Software (FOSS) atau perangkat lunak terbuka gratis oleh Hendra. FOSS adalah software atau perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan, dan disebarluaskan oleh paguyuban atau komunitas tertentu. FOSS yang terkenal saat ini adalah Operating System (OS) berbasis Linux dan turunannya Ubuntu. Ubuntu dalam salah satu bahasa Afrika berarti ' untuk umat manusia'. Ia merupakan pengembangan dari sistem operasi lengkap yang berbasis atau berjantung Linux.
Hendra juga menyampaikan alasan kenapa kita harus menggunakan FOSS. FOSS adalah perangkat lunak yang terbuka sehingga dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Ia pun dapat didistribusikan kembali dengan lisensi khusus yang terjamin. Sebagai barang publik, FOSS bukan barang bajakan dan halal – asal sesuai dengan lisensi yang ada atau menyertainya.Disampaikan pula manfaat yang kita dapatkan saat menggunakan Linux, terutama Ubuntu – mendapat dukungan langsung dari pengembang (developer), mudah dalam mendapatkan dan memasang aplikasi karena ada repository / gudang aplikasi, dan dukungan perangkat keras (hardware) yang semakin mudah.
Ubuntu sebagai FOSS dapat diterima dan diterapkan dalam berbagai keadaan dan latar pengguna. Berdasar ruang lingkup, ada Ubuntu yang diperuntukkan bagi pra-sekolah, pendidikan, swasta, maupun pemerintah. Sedangkan berdasarkan kebutuhan, Ubuntu bisa menjangkau beberapa kegiatan atau bidang penting seperti pendidikan, kantor, multimedia, desain, keuangan, keagamaan, programming, games, dan kearsipan. Beberapa aplikasi dalam sistem operasi lain juga bisa didapat dan dijalankan dalam Linux, khususnya Ubuntu.
Hendra kemudian meberikan beberapa tips dalam memilih dan menggunakan aplikasi-aplikasi FOSS. Kita harus mempertimbangkan si pengembang software dan dukungan darinya serta kemudahan aplikasi dan kebutuhan kita. Selain itu, kita harus pantang menyerah untuk terus mencoba dan bertanya dengan menggunakan media yang ada kepada yang berpengalaman menggunakannya.
Peserta kemudian diajak untuk mengemukakan pendapat, pengalaman, dan pertanyaannya terkait tema diskusi. Hendra, dibantu oleh teman-temannya dari Komunitas Ubuntu Indonesia Subloco Yogyakarta, pun menanggapi dan menjawab pertanyaan peserta diskusi.Di akhir, Hendra mengajak peserta diskusi untuk menggunakan Ubuntu dan berkunjung ke stand mereka. Bisa karena terbiasa, Mari Mulai dari Sekarang, Gunakan Linux sebagai Solusi Permasalahan Anda! (Christian Apri Wijaya/ Tim Media)







