Beranda > Agenda 

Memotret Dunia dari Lubang Jarum oleh PinHole Indonesia

23 Jul 2010 09:00 - 12:00 WIB

Galeri Foto
  • Unduh berkas
  • Unduh berkas
  • Unduh berkas
  • Unduh berkas
Teknologi fotografi sudah sedemikian pesatnya, namun PinHole Indonesia justru ingin mengembalikan prinsip fotografi ke masa lalu. Hal ini disebabkan kepesatan teknologi seringkali menghilangkan jejak filosofi fotografi. Secara khusus, Pinhole Indonesia memberikan workshop bertajuk “Memotret Dunia dari Lubang Jarum” di Jagongan Media Rakyat 2010 di ruang 4 Jogja National Museum (Eks ASRI) Jl. Amri Yahya No. 1 Wirobrajan. Kegiatan ini akan membekali warga dalam proses memotret kehidupannya dengan alat yang murah dan sederhana. Kamera bukan lagi barang mahal! Workshop ini akan menjelaskan tentang cara merakit dan menggunakan kamera foto dari kaleng dan kardus bekas.

PinHole adalah teknologi kamera yang berkembang di Persia sekitar tahun 1.000 masehi. Berawal dari pengalaman seseorang yang berada di dalam tenda yang memiliki lubang sangat kecil. kemudian di dalam tenda tersebut ia bisa melihat obyek yang masuk ke dalam tenda. Ia lalu berpikir untuk mengambil gambar dengan menggunakan kamera PinHole tersebut.
Inilah pemaparan Mas Rofi'i dari komunitas Pinhole di Bandung mengenai asal usul pengambilan foto dengan menggunakan lubang jarum atau disebut kamera obscura.  Kenapa menggunakan lubang jarum, karena kamera menggunakan lubang yang sangat kecil di banding dengan ruang kamera sendiri. Kameranya menggunakan semua benda sederhana seperti kardus, kaleng, dan lain-lain. Pada prinsipnya ketika belajar di sekolah dulu ada pelajaran mengenai tentang optik yang artinya masuk ke dalam.

Pada saat workshop berlangsung ada pemutaran film tentang pengambilan gambar yang menggunakan media ruangan kamar hotel. Untuk mengambil obyek di luar, jendela kamar hotel dilubangi dengan ukuran 4 cm sampai sekecil lubang jarum sebagai lensanya.
Komunitas Pinhole di Indonesia sudah ada sejak tahun 2002, di pelopori oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) yang digagas Ray Bachtiar. Dalam perkembangannya komunitas pinhole semakin banyak seperti ada Komunitas Semut Ireng di Bali, Komunitas Kamera Pinjaman, Pinhole di Kota Malang dan Kota Yogyakarta.

Pengambilan gambar menggunakan PinHole obyeknya bebas bisa siang atau malam tergantung pada pencahayaan karena berbeda dengan kamera yang biasa, pada kamera PinHole obyek yang diambil diam atau tidak bergerak karena membutuhkan proses waktu beberapa detik atau menit bahkan sampai beberapa jam, kalau siang waktunya bisa lebih pendek dan untuk malam membutuhkan waktu yang panjang tergantung pada pencahayaanya.

Tujuan dari adanya kamera PinHole adalah belajar dasar-dasar fotografi. Kita bisa mengenal teori diafragme, melatih sensifitas pengolahan gambar, belajar proses jadinya gambar dengan waktu yang di tentukan oleh kondisi pencahayaan, belajar bagaiman sinar mengenai obyek. Berhati-hati bikin lubang dan membuat ruang media agar tidak bocor. Dasar-dasar fotografi ini semakin jarang diperoleh di sekolah formal fotografi.

Harapannya secara umum pengetahuan tentang kamera PinHole semakin tersebar luas, dari segi pendidikan tekhnik PinHole ingin di hargai masuk menjadi bagian dari Sekolah Fotografi.Ada istilah seorang Fotografer, ketika mengambil gambar dengan menggunakan rasa, bagaimana cara menghargai karya karena setiap pengambilan gambar adalah karya.
 

Script timer: 1.289564 seconds.