Beranda > Agenda 

"Tari tradisional (komunitas waria) Teater (perempuan pekerja seks) Musikalisasi puisi (perempuan pekerja seks) Musik Akustik Anak Jalanan Band remaja"

24 Jul 2010 15:00 - 17:00 WIB

Pementasan Seni Komunitas

Sore hari menjelang senja pertunjukan pentas seni Jagongan Media Rakyat dari komunitas sangat meriah dengan hiruk pikuk penonton yang berdesakan. Pementasan dari beberapa komunitas diantaranya Komunitas waria Kota Gede, Komunitas musik anak  jalanan, Komunitas Perempuan Pekerja Seks (PPS) Srikandi Sosrowijayan, yang berlangsung pada hari Sabtu, 24 Juli 2010 pukul 15.30 -18.00 di Panggung utama pada konsep acara Jagongan Media Rakyat, Jogja National Museum (eks. Akademi Seni Rupa Indonesia - ASRI Gampingan) Jl. Amri Yahya No. 1 Wirobrajan, Yogyakarta.
Sebelum pementasan di mulai, Sinta Ratri ketua Sanggar Seni Budaya Waria, menuturkan  komunitas waria mempunyai beberapa kegiatan diantaranya menari, menyanyi dan ketoprak seni tradisional. Komunitas waria berdiri sejak tahun 2001, tadinya hanya perkumpulan waria kemudian timbul ide untuk berkegiatan kesenian dan sampai sekarang masih eksis dan kompak. Dengan beranggotakan kurang lebih 20 waria, dan mempunyai sekretariatan di Kota Gede, selain itu kegiatan sehari-hari di rumah membuat kerajinan perhiasan untuk pengantin atau juga merias pengantin. Dalam acara Jagongan Media Rakyat komunitas waria ikut berpartisipasi meramaikan acara, dari 6 waria yang anggun dan sangat lincah dalam pementasan tari tradisional kontemporer sudah terlatih dan lemah gemulai dengan irama lagunya, di sini waria berusaha mengangkat citra waria melalui kegiatan yang positif dengan berkesenian, bahwa waria juga mempunyai potensi yang lebih baik jauh dari pandangan masyarakat yang beranggapan masih diskriminatif.
Begitupun dengan adanya komunitas anak jalanan mendendangkan lagu yang sangat merdu, membuat penonton terkesima dengan tampilan yang segar pada sore itu, Adit menuturkan komunitas anak jalanan berkegiatan tidak hanya main musik saja akan tetapi juga menggambar dan berkesenian yang positif.
Banyaknya sajian pementasan kesenian tidak kalah menariknya dari komunitas Srikandi yaitu komunitas dari Perempuan Pekerja Seks (PPS) di Sosorowijayan, Adi Kiting dari komunitas Srikandi menuturkan daerah Sosrowijayan atau tidak asing lagi dengan lokalisasi Pasar Kembang, diawali dengan adanya workshop dengan mengenalkan beberapa ketrampilan dan kegiatan berkesenian, tujuan dengan adanya komunitas adalah menunjukkan bahwa perempuan pekerja seks bisa melakukan hal-hal yang positif dan lebih hebat. Seperti adanya sanggar tari adalah wujud dari para perempuan di Sosorowijyan yang ingin mengembagkan hobi dan ekspresinya, yang pada mulanya sebelum di Sosrowijayan, mereka sudah mempunyai latar belakang bisa menari yang sudah lama terpendam, sekaligus di komunitas Srikandi membentuk teater. Interaksi dengan warga masyarakatpun juga sangat baik sehingga banyak yang mendukung dan ikut berpartisipasi dengan komunitas Srikandi.
Bisa kita garis bawahi dari beberapa komunitas yang mempunyai latar belakang yang berbeda, mempunyai keunikan tersendiri dan kegiatan yang positif mampu memberikan kreatifitas dan bermanfaat bagi komunitas dan masyarakat (Tim JMR 2010). 

 

Script timer: 1.162435 seconds.