Barongsai Anak Patangpuluhan
22 Jul 2010 16:00 - 18:00 WIB
Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Kesenian ini sudah ada sejak ribuan tahun silam. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke tiga sebelum masehi. Anak-anak di RW 04 Kampung Patangpuluhan Yogyakarta menggunakan kesenian ini sebagai media berekspresi mereka. Pada hari Kamis, 22 Juli 2010 pukul 15.30 -16.00 di Jagongan Media Rakyat, Jogja National Museum (eks. Akademi Seni Rupa Indonesia - ASRI Gampingan) Jl. Amri Yahya No. 1 Wirobrajan, Yogyakarta 55181 Indonesia.
Adi Setiawan, Ketua Paguyuban Barongsai Anak Patangpuluhan, mengungkapkan bahwa paguyuban ini berdiri pada tahun 2001. Melalui paguyuban ini diharapkan anak-anak lebih sensitif terhadap kebudayaan bangsa, terutama kesenian barongsai. Melalui kesenian pula generasi muda bisa terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba.
Paguyuban Patangpuluhan ikut menyemarakan acara Jaringan Media Rakyat dengan tujuan menghibur para penonton serta mengajak masyarakat cinta kesenian. Total yang ikut bermain ada 30 anak , 5 sebagai perkusi dan 25 sebagai pemain barongsai. Anak yang mengikuti dari usia sekolah TK sampai kelas 6 SD. Pertunjukkannya menceritakan kehidupan sehari-hari yang di simbolkan dengan Naga tidur yang artinya jangan bermalas-malasan, dan Naga murka yang artinya untuk giat dalam bekerja. Wawan kelas 5 SD salah satu bagian dari Paguyuban Patangpuluhan mengungkapkan sangat senang bisa mengikuti acara ini karena bisa menghibur para penonton. Dari sini kita bisa melihat bahwa kesenian ini memberikan pesan ke masyarakat untuk selalu semangat dalam melakukan kegiatan positif. (JMR)
Adi Setiawan, Ketua Paguyuban Barongsai Anak Patangpuluhan, mengungkapkan bahwa paguyuban ini berdiri pada tahun 2001. Melalui paguyuban ini diharapkan anak-anak lebih sensitif terhadap kebudayaan bangsa, terutama kesenian barongsai. Melalui kesenian pula generasi muda bisa terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba.
Paguyuban Patangpuluhan ikut menyemarakan acara Jaringan Media Rakyat dengan tujuan menghibur para penonton serta mengajak masyarakat cinta kesenian. Total yang ikut bermain ada 30 anak , 5 sebagai perkusi dan 25 sebagai pemain barongsai. Anak yang mengikuti dari usia sekolah TK sampai kelas 6 SD. Pertunjukkannya menceritakan kehidupan sehari-hari yang di simbolkan dengan Naga tidur yang artinya jangan bermalas-malasan, dan Naga murka yang artinya untuk giat dalam bekerja. Wawan kelas 5 SD salah satu bagian dari Paguyuban Patangpuluhan mengungkapkan sangat senang bisa mengikuti acara ini karena bisa menghibur para penonton. Dari sini kita bisa melihat bahwa kesenian ini memberikan pesan ke masyarakat untuk selalu semangat dalam melakukan kegiatan positif. (JMR)
Acara sedang Berlangsung
Juli 2010
Kamis, 22 July 2010







